Thursday, July 31, 2008

Dr. S in Memoriam

Tanggal 28 Juli 2008, seorang guru besar ku telah meninggal dunia pada dukul 08.50 di Singapura. The famous Dr. Sjahrir. The chairman of New Indonesia Alliances (Perhimpunan Indonesia Baru). Seseorang yang telah menjadi guru besar ku sejak tahun 2002. Siapa menyangka kalau pekerjaan pertamaku setelah lulus kuliah bisa mengenalkanku kepada Seseorang, seseorang seperti Dr. S. Seseorang yang begitu pintar, berwibawa, kebapakan, idealis, berjiwa sosial, pintar (have I mentioned that?) Seseorang yang telah sangat berjasa dalam hidupku. Aku betul-betul merasa beruntung karena gerbang pertama yang aku masuki setelah dunia kuliah adalah tempat mu, Pak. PIB. Tempat yang tidak membuatku menjadi budak kapitalis. Tempat yang telah mengajarkan bahwa hidup kita tidak ada artinya tanpa melakukan sesuatu buat orang lain. Tempat yang membentuk rasionalitasku terhadap kehidupan. Tempat aku bertemu dengan orang-orang hebat (meskipun di sana juga aku bertemu orang yang salah, tapi itu hanya satu). Yang membuat namaku pernah terukir di lembaran negara sebagai salah satu caleg DPR RI dari jawa timur 8 di Pemilu tahun 2004, pemilu bersejarah bagi bangsa. Pernah menjadi referensiku untuk mendapatkan beasiswa di Amsterdam (meskipun tidak jadi kuambil karena sesuatu) Mengenalkanku pada teman-teman terhebat. Noor, Reny, Prelia, Woko, Oji, Davi, Sakti, Roni, Mela, Slamet, Nyai, Kemal, Pak Murdi, dll-dll. Mereka yang membuatku mengerti terhadap arti "Team Work". Sampai kapanpun, kalian akan menjadi tim terhebat di sepanjang hidupku yang aku pernah menjadi bagiannya.
Pak, tawa lebarmu, wajah ceriamu, mimik seriusmu, ide-ide brilianmu, cara berjalanmu, kekompakanmu dengan Bu Kartini, semua tersimpan baik di kepalaku. Segala kebaikanmu sebagai atasan, mentor, bapak, teman, sahabat, akan selalu mengalir di darahku. Dan aku yakin seyakin-yakinnya, nama bapak akan tetap diingat, harum, seharum nama pahlawan bangsa berkat segala kontribusimu yang tiada tara bagi negara ini.
Selamat Jalan, Pak...

Monday, July 21, 2008

Song of this month

Ku Disini
by Sherina

Stop redam amarah mu
Namun jangan berlalu
Hentikan tangismu
Lenyapkan ragumu
Yang lalu lupakan
Semua nya tlah termaafkan
Tataplah hari baru
Berlari bersamaku
Jangan menyerah kudisini
Genggam erat tanganku
Jangan sembunyi, kudisini
Genggam erat jiwaku..Ooo


Reff :
Jangan menyerah ku disni
Genggam erat tanganku
Jangan sembunyi ku disini
Genggam erat jiwaku


Lihat wajahku lagi
Lihat wajahmu lagi
Katakan cinta mu
Dan untuk selamanya
Jangan menyerah ku disini
Genggam erat tanganmu
Jangan sembunyi kudisini
Genggam erat jiwaku,,Oooooo


Reff :
Jangan menyerah kudisini.. Disini
Genggam erat tanganku
Jangan sembunyi kudisini
Genggam erat jiwaku,,Oooo

To them who feel alone, you're not alone...

First Flower


Thank you for the flower, mas...
It's a true surprise for it's my first flower ever from man, (but what makes it's surprising the most is because you're not here, telling someone to put the flower on the car)
"No too much with the emotion and passion" will be My 29th age resolution
and When people do wishing on birthday, I only wish that I don't wish too much
Cause Your Bless have been too much for me that I sometime forget to thank you,
Thank you for everything, Allah..

Friday, July 18, 2008

Dulu vs sekarang

Temukan 5 perbedaan dari dua deskripsi di bawah ini:

6-3 tahun yang lalu:
Masuk Kantor jam 8, berangkat dari rumah jam 06.00, naik angkot ke stasiun kereta, macet berat di jalan berhubung bogor is angkot citi, sampe jembatan merah turun, supaya bisa lewat jalan pintas, lari-lari menuju stasiun...kereta 6.30 tinggal keliata pantatnya, berjalan pelan tapi pasti meninggalkanku. nyesek...kereta berikutnya datang, orang-orang yang ngga kebagian masuk kereta tadi, dan orang-orang yang senasib denganku kena macet angkot, berebutan naik kereta jam 6.45, ekonomi class, belum sanggup naik bisnis class, keretanya ngga berenti pula di cikini. Dari cikini, masih harus jalan kaki ke cik di tiro 31, naik bajaj means ongkos lagi, sayang, mendingan buat ongkos sekolahnya si adek. Nyampe kantor, keringetan, kesiangan, kesiaan deh (kata temen-temen)..rese..
Pulang kantor jam 05.00, males ah, kereta lagi penuh-penuhnya, nongkrong aja di warroom, dengerin lagu2 oldies punyanya si Woko (apa kabar amsterdam, coyy??) *bisa-bisanya anak itu dapet beasiswa*. hhmm..jadi kangen sama "can't fight this feeling anymore" dan "careless whisper" George Michael. Maghriban di kantor, baru balik. Jalan kaki barengan temen-temen yang ke bogor menuju stasiun cikini. Ternyata, kereta masih penuh aja. Nanti deh, kereta berikutnya, kataku. Gak ngaruh, penuh2 juga. Ngalah deh ahirnya sama PJKA. Jam 8.20 malem, nyampe di bogor, meskipun perjalanan nya hampir 2 jam karena keretanya lama nongkrong di depok, masuk ke stasiun bogor rasanya nikmaat banget. Makan bubur ayam favorit di matahari, pulang deh. Dah gak macet angkotnya. Nyampe rumah jam 09.30. Mandi, tidur...ready for the next cycle.

Agustus 2005-Sekarang
masuk kantor jam 08, bangun jam 5. siapin ini itu buat faizi, jam 07.00 siap siapin diri sendiri. jam 07.30 berangkat, kadang-kadang jam 7.50. nyupir sendiri, atau dianter supir kalo mobil mau dipake. di jalan ngga ada macet. di sebagian jalan, dipenuhi pohon-pohon jati, sinar matahari mengintip melalui celah antar pohon. cantik. anget. romantic. 20 menit sampe di kantor. pulang jam 05.00, kalo lagi macet 05.45 nyampe rumah, tapi sekarang sering lancarnya, jam 05.25 sampe rumah. home fun time with izi sampe jam 09, tidur. Sleep well, son.

Thursday, July 17, 2008

Oow..Ketahuan

Di closing meeting internal audit EMS, hari ini, pukul 10.30, akhirnya orang kantor mengetahui keberadaan blog ini...ooppsss...

Tuesday, July 15, 2008

Dissapointed...

Di tengah-tengah jam kerja yang -boring, too administrative, too not me, too hard to leave since I need the money, etc..etc..-aku memutuskan untuk liat2 yahoogroups milist KOM UI.
Oni, salah satu teman yang cukup rajin upload informasi, mengupload info gak penting tapi buat seru2an lumayan; soal personality base on tanggal lahir dan golongan darah. SUdah barang tentu, tidak perlu diragukan, aku langsung search tanggal lahirku dan golongan darah. Dua-dua nya menyebutkan bahwa aku perfeksionis. OOpppss..masa siihh? hehehe..pura-pura ngga nyadar gituh. Yup, thats me. Rumit, ngga gampang puas, selalu merasa kurang dan kaizen oriented (continues improvement maksudnya, maklum baru dapet training dari Lean Mgr baru). On the other side, aku orang yang mudah kagum, mudah menyukai, irrationally...
Seperti halnya ketika aku mengagumi seorang teman. Teman yang aku kagumi karena
profesionalismenya, karena wibawanya, karena baik hatinya (earlier impression). Teman yang akhirnya mengecewakan. Benar atau tidak kabar yang mengecewakan tentang nya itu, tidak mengurangi kekecewaanku. Karena rumors tak akan ada tanpa pemicu, dan itu berarti temanku ini tidak berhati-hati menjaga harga dirinya untuk menghindari pemicu.
Due to my perfeksionism atau karena aku begitu mudah mengaguminya padahal dia hanya seorang manusia biasa?
Ngga tau, Ngga jelas, ngga mau mikirin panjang lebar...i had enough with this stuff..
Satu hal yang bisa diambil, kita tidak akan pernah bisa benar-benar judge the book by its cover. Reality bisa saja membentuk persepsi kita, tapi ternyata 99% adalah bias. Rasa nyaman, rasa kagum, rasa sakit, semua bias, ngga tetap, bisa berubah dalam detik..
Yang pasti hanya satu, Sang Prima Causa, Kekasihku, My Lord, pengelola qalbu semua manusia.

Friday, July 11, 2008

Faizi First Bus

Today is Faizi first experience riding in BUS. I was a lil' bit nervous imagining that he will uncontrolled, annoying other passengers, got sick, etc. So I prepare everything to bring including put on his diapers ( he stopped using ones since he was one). Well, what in a world if he's taking pee or else in bus that I can't stop for my own willing and everybody got frown face.
What is happening then is wonderful and unlike my imagination. Faizi seemed very happy and curious, seriously looking through the front, left and right side. He got his breakfast normally, too.
During the Safari visit, will be no need to questioned. Happy and "annoying" mode.
In the way back home, he sleep like he was in his own car driving back from travelling. Love you son.

Monday, July 7, 2008

Unconditionally

How beautiful love is in terms of unconditionally
Taking who I am nomatter how crazy

Cause God must have plan on each of every heart
In colorful and various taste it might

The past is dark should I take it for good
I'm moving on for better so why I should

Bad things in me I cannot resist
I was intend to appear my better and exist

I thought you can save me from this
But you're only human with wish

You expect me to be you're one to adore
My limitation can only get me here

Here we are already
I can't move forward, sorry

I want love, Unconditionally
We can't have all things, Unfortunately