Film Love is Cinta tadi malam memang film ABG. Dan seperti biasa, gw yang sangat mudah tersentuh menikmati film yang cuman film ABG ini. What interest me most is in the ending part. Ketika sang cewek terpuaskan oleh kejelasan dari sang cowok secara verbal. Tanda-tanda selama puluhan tahun mereka bersama hanya menjadi bermakna ketika terrealisasikan dalam KATA. Three words only for replacing years time.
Lalu gw bercermin, masuk dalam kategori manakah gw dari beberapa classess:
1. percaya tanda melebihi kata
2. percaya kata melebihi tanda
3. percaya tanda hanya bila ter-kata-kan (seperti tokoh cewek dalam film)
4. percaya kata hanya bila terdukung tanda
Untuk urusan yang berbeda, jelas people akan masuk dalam class yang berbeda pula. Dunia kerja tentu jauh berbeda dengan cara people menjalani dunia romansa.
Urusan kerja, jelas tanda-tanda bos sayang ma kita kalau kita dapet bonus dan dia bilang "good job".
Dalam urusan romansa, begitukah seharusnya?
Membingungkan. Karena cinta memang selalu begitu.
Tapi memang itulah yang membuat gw selalu saja gagal dalam urusan percintaan. Selain shio kambing yang memang sangat artistik (??),gw tidak terlalu pintar mengelola tanda dan kata dari pasangan dan memaknainya. Terkadang gw over meaning terhadap tanda, padahal kata sudah mengkonfirmasi bahwa tanda itu ngga segitu meaningful nya. YEs, that's me. Berkhayal dengan imajinasi sendiri memaknai tanda-tanda di luar sana. Terkadang menjadi sangat annoying kepada pemilik/pemberi tanda karena gw over meaning tadi. Gw pikir, loe bla bla bla....padahal tidak demikian keadaan yang sebenarnya. Membuat gw lelah sendiri. Lelaahh...lelaaahhh...lelaaaaahhhh. And then stop. Stop berimajinasi. Lalu bangun. Lalu tersadar akan tanda yang telah ada selama ini. Dan kata-kata pun menjadi tidak penting. Just keep all in my heart.
Wednesday, April 15, 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)
