Saat pria mencemburui kekasihnya, sang wanita akan merasakan dimiliki
Saat wanita mencemburui kekasihnya, sang pria merasakan dikekang dan di-posesif-in
Saat cemburu datang,
"Aku ngga mau kehilangan kamu, Bang", Kata Wanita
"Aku ngga suka kamu dekat-dekat dia, Dek", Kata Pria
Wajah Rupawan ngga jadi masalah buat wanita ketika hatinya merasakan cinta
Bagi pria, rasa itu akan datang kepada wanita lain yang lebih rupawan
Jadi, siapa yang sebenarnya menunjukkan possessiveness?
To all the man, stop being a boy. Pliss deh...
Tuesday, April 21, 2009
Puisi Untuk Pak Ery
Hari terakhir Pak Ery, 17 April 2009
Friends comes and go
But I can still hear your echo
Your footprints are exist also
And remain, start at three years ago
Distance between us may appear
Thank you lord, Blackberry make it closer
You are my favourite manager
Wish all the best for you in the future
Dari Pak Ery:
Create your highest dream
Do your best to reach your dream
Then create another dream...
Dari Gw lagi, on the same date 21 April 2009:
Percaya gak,
Mataku menitikkan airnya
Mengingat Pak Ery kuingin jumpa
Tak ada lagi teman serupa
Tuk dengarkan jeritan hati yang luka
Dan berbagi kebahagiaan rasa
Sepi sepi temani ku
Ingin cerita tak ada kamu
Yang disini semua palsu
Andai kau disini, teman sejatiku
Friends comes and go
But I can still hear your echo
Your footprints are exist also
And remain, start at three years ago
Distance between us may appear
Thank you lord, Blackberry make it closer
You are my favourite manager
Wish all the best for you in the future
Dari Pak Ery:
Create your highest dream
Do your best to reach your dream
Then create another dream...
Dari Gw lagi, on the same date 21 April 2009:
Percaya gak,
Mataku menitikkan airnya
Mengingat Pak Ery kuingin jumpa
Tak ada lagi teman serupa
Tuk dengarkan jeritan hati yang luka
Dan berbagi kebahagiaan rasa
Sepi sepi temani ku
Ingin cerita tak ada kamu
Yang disini semua palsu
Andai kau disini, teman sejatiku
Monday, April 20, 2009
Yang Pertama, Kedua, dst...
Ingat waktu bulan Februari 2008 ketika merasakan keharuan yang teramat dalam ditinggalkan Mr. F ke ujung Indonesia sana untuk waktu yang cukup lama. Takut kalau ada apa-apa ngga bisa handle sendiri. Takut kalau Faizi sakit. Takut menanggung beban rumah tangga sendirian. As I wrote before, I never like farewell.
Sekarang, dia harus kembali ke kota itu. Dan ternyata yang kedua ini tak terlalu berasa menyedihkan. Mungkin karena sudah terbayang apa yang akan terjadi. Tidak lagi sebegitu menakutkannya.
Yang pertama, apapun itu, selalu saja menggejolakkan jiwa. Cinta pertama. Anak pertama. Hari pertama sekolah. Hari pertama kerja. Gaji pertama (gw beliin apa ya waktu itu?). Pesawat pertama. Bis pertama. Ciuman pertama (waktu TK, sama joni (alm) karena berpasangan lomba kartini dan kita juara I). Patah hati pertama. Langkah pertama (faizi di usia 14 bulan). Malam pertama (slluurrpp).
Tapi yang lebih berat, maintaining the second and after, as it is heart beating as the first. Karena akan ada rasa bosan, rasa biasa aja, dah ngga penasaran, take it for granted.
Sekarang, dia harus kembali ke kota itu. Dan ternyata yang kedua ini tak terlalu berasa menyedihkan. Mungkin karena sudah terbayang apa yang akan terjadi. Tidak lagi sebegitu menakutkannya.
Yang pertama, apapun itu, selalu saja menggejolakkan jiwa. Cinta pertama. Anak pertama. Hari pertama sekolah. Hari pertama kerja. Gaji pertama (gw beliin apa ya waktu itu?). Pesawat pertama. Bis pertama. Ciuman pertama (waktu TK, sama joni (alm) karena berpasangan lomba kartini dan kita juara I). Patah hati pertama. Langkah pertama (faizi di usia 14 bulan). Malam pertama (slluurrpp).
Tapi yang lebih berat, maintaining the second and after, as it is heart beating as the first. Karena akan ada rasa bosan, rasa biasa aja, dah ngga penasaran, take it for granted.
Friday, April 17, 2009
Four More Months
Selama empat bulan itulah waktu yang gw tetapkan sebagai target. Menggenapkan setahun bermulanya INI. Sebetulnya INI tidak pernah benar-benar terjadi. Hanya aku saja yang memaknai INI mulai terjadi. Sehingga mungkin memang tidak perlu ada akhir INI. Tapi bagiku semua sudah dimulai. Dan ketika BENTUK INI sedikit demi sedikit tak lagi terasa? Kalaupun terasa, hanya ada rasa sakit. Tidak lagi nyaman, tapi panas sekali dan dingin sekali. Tidak lagi happiness and pain sharing yang eksklusif untukku, tapi terbagikan untuk yang lain.
Sehingga kupasanglah target empat bulan itu. Million seconds. Thousand Minutes. Hundred hours. I'll be torn into pieces, I'm sure...
Sehingga kupasanglah target empat bulan itu. Million seconds. Thousand Minutes. Hundred hours. I'll be torn into pieces, I'm sure...
Wednesday, April 15, 2009
Ketika Tanda melebihi Kata
Film Love is Cinta tadi malam memang film ABG. Dan seperti biasa, gw yang sangat mudah tersentuh menikmati film yang cuman film ABG ini. What interest me most is in the ending part. Ketika sang cewek terpuaskan oleh kejelasan dari sang cowok secara verbal. Tanda-tanda selama puluhan tahun mereka bersama hanya menjadi bermakna ketika terrealisasikan dalam KATA. Three words only for replacing years time.
Lalu gw bercermin, masuk dalam kategori manakah gw dari beberapa classess:
1. percaya tanda melebihi kata
2. percaya kata melebihi tanda
3. percaya tanda hanya bila ter-kata-kan (seperti tokoh cewek dalam film)
4. percaya kata hanya bila terdukung tanda
Untuk urusan yang berbeda, jelas people akan masuk dalam class yang berbeda pula. Dunia kerja tentu jauh berbeda dengan cara people menjalani dunia romansa.
Urusan kerja, jelas tanda-tanda bos sayang ma kita kalau kita dapet bonus dan dia bilang "good job".
Dalam urusan romansa, begitukah seharusnya?
Membingungkan. Karena cinta memang selalu begitu.
Tapi memang itulah yang membuat gw selalu saja gagal dalam urusan percintaan. Selain shio kambing yang memang sangat artistik (??),gw tidak terlalu pintar mengelola tanda dan kata dari pasangan dan memaknainya. Terkadang gw over meaning terhadap tanda, padahal kata sudah mengkonfirmasi bahwa tanda itu ngga segitu meaningful nya. YEs, that's me. Berkhayal dengan imajinasi sendiri memaknai tanda-tanda di luar sana. Terkadang menjadi sangat annoying kepada pemilik/pemberi tanda karena gw over meaning tadi. Gw pikir, loe bla bla bla....padahal tidak demikian keadaan yang sebenarnya. Membuat gw lelah sendiri. Lelaahh...lelaaahhh...lelaaaaahhhh. And then stop. Stop berimajinasi. Lalu bangun. Lalu tersadar akan tanda yang telah ada selama ini. Dan kata-kata pun menjadi tidak penting. Just keep all in my heart.
Lalu gw bercermin, masuk dalam kategori manakah gw dari beberapa classess:
1. percaya tanda melebihi kata
2. percaya kata melebihi tanda
3. percaya tanda hanya bila ter-kata-kan (seperti tokoh cewek dalam film)
4. percaya kata hanya bila terdukung tanda
Untuk urusan yang berbeda, jelas people akan masuk dalam class yang berbeda pula. Dunia kerja tentu jauh berbeda dengan cara people menjalani dunia romansa.
Urusan kerja, jelas tanda-tanda bos sayang ma kita kalau kita dapet bonus dan dia bilang "good job".
Dalam urusan romansa, begitukah seharusnya?
Membingungkan. Karena cinta memang selalu begitu.
Tapi memang itulah yang membuat gw selalu saja gagal dalam urusan percintaan. Selain shio kambing yang memang sangat artistik (??),gw tidak terlalu pintar mengelola tanda dan kata dari pasangan dan memaknainya. Terkadang gw over meaning terhadap tanda, padahal kata sudah mengkonfirmasi bahwa tanda itu ngga segitu meaningful nya. YEs, that's me. Berkhayal dengan imajinasi sendiri memaknai tanda-tanda di luar sana. Terkadang menjadi sangat annoying kepada pemilik/pemberi tanda karena gw over meaning tadi. Gw pikir, loe bla bla bla....padahal tidak demikian keadaan yang sebenarnya. Membuat gw lelah sendiri. Lelaahh...lelaaahhh...lelaaaaahhhh. And then stop. Stop berimajinasi. Lalu bangun. Lalu tersadar akan tanda yang telah ada selama ini. Dan kata-kata pun menjadi tidak penting. Just keep all in my heart.
Monday, April 13, 2009
GERINDRA
Entah apa yang bikin gw semaput sama Gerindra. Tapi aku memang mabuk kepayang.
Seperti saat aku sedang jatuh cinta. Jatuh hati. Dan menjatuhkan pilihan.
Lihat kaos Gerindra dipake abang becak, kegirangan.
Bendera Gerindra berkibar tinggi, rasa bangga mengalir.
Bukan, bukan karena Prabowo. Dan terutama bukan karena Prabowo tentara.
Karena gaungannya nya berasa riil banget. Jauh dari jargon ngga jelas. Dan BARU.
Ya, aku selalu mengagumi kebaruan. Bukan hanya karena baru berdiri. Tapi konsep nya baru. Baru dari yang lain. Yang lain membosankan. Yang baru ini menggairahkan.
Lambang Garuda nya begitu menggoda untuk minta dicontreng.
Meskipun suaranya maksimal mungkin hanya 5 % untuk Pemilu Parlemen, tapi aku malahan semakin bangga. Memang, 2004 Demokrat juga partai baru dan dapat lebih (7%), tapi dia menang hanya karena penokohan Jenderal Ganteng dan Baik Hati serta Rendah Hati. Sementara begitu banyak "penjahat" politik, SBY seolah seperti "jagoan" nya. So, menang telak lah dia.
Gerindra tidak datang jadi "juru selamat". SBY masih ada, malahan semakin kuat dan semakin "jagoan" di mata orang banyak.
Gerindra muncul dengan konsep yang memang masuk akal. Mereka yang mencari cari, kemungkinan besar memilih Gerindra. Mencari sesuatu yang tidak ada, tapi Demokrat boleh lah. Nah orang kayak begini, ya aku ini. Milih Demokrat karena, bingung, siapa lagi. Tapi sekarang Gerindra datang...
Semoga, engkau akan terus memberikan warna perpolitikan negeri tercinta...dan warna yang semakin kuat dari waktu ke waktu.
Seperti saat aku sedang jatuh cinta. Jatuh hati. Dan menjatuhkan pilihan.
Lihat kaos Gerindra dipake abang becak, kegirangan.
Bendera Gerindra berkibar tinggi, rasa bangga mengalir.
Bukan, bukan karena Prabowo. Dan terutama bukan karena Prabowo tentara.
Karena gaungannya nya berasa riil banget. Jauh dari jargon ngga jelas. Dan BARU.
Ya, aku selalu mengagumi kebaruan. Bukan hanya karena baru berdiri. Tapi konsep nya baru. Baru dari yang lain. Yang lain membosankan. Yang baru ini menggairahkan.
Lambang Garuda nya begitu menggoda untuk minta dicontreng.
Meskipun suaranya maksimal mungkin hanya 5 % untuk Pemilu Parlemen, tapi aku malahan semakin bangga. Memang, 2004 Demokrat juga partai baru dan dapat lebih (7%), tapi dia menang hanya karena penokohan Jenderal Ganteng dan Baik Hati serta Rendah Hati. Sementara begitu banyak "penjahat" politik, SBY seolah seperti "jagoan" nya. So, menang telak lah dia.
Gerindra tidak datang jadi "juru selamat". SBY masih ada, malahan semakin kuat dan semakin "jagoan" di mata orang banyak.
Gerindra muncul dengan konsep yang memang masuk akal. Mereka yang mencari cari, kemungkinan besar memilih Gerindra. Mencari sesuatu yang tidak ada, tapi Demokrat boleh lah. Nah orang kayak begini, ya aku ini. Milih Demokrat karena, bingung, siapa lagi. Tapi sekarang Gerindra datang...
Semoga, engkau akan terus memberikan warna perpolitikan negeri tercinta...dan warna yang semakin kuat dari waktu ke waktu.
Subscribe to:
Posts (Atom)
