Tuesday, January 6, 2009

Being Left Away

Perasaan ditinggalkan barangkali adalah perasaan yang paling menyesakkan buat sebagian orang, and it surely is for me.
Merasa tidak berarti, merasa kalah, merasa begitu sepi, merasa sendirian, merasa hampa, merasakan perasaan-perasaan yang rasanya sangat terasa.
Gwe ngga pernah suka ada dalam situasi "ditinggalkan". Thats exactly why gw jarang "meninggalkan" seseorang dengan sengaja. I never break my old boyfriends, it's always me being left. Sesebel-sebelnya gw ma temen, jarang banget gw bisa putus hubungan pertemanan, karena gw juga memang ngga mudah untuk memulai pertemanan. Memikirkan kondisi sakit hati karena ditinggalkan, menanggung beban konfliknya, beraat banget. Padahal mungkin hari-hari sesudahnya akan menjadi lebih baik. It's still never been easy for me.
This fact, however, usually lead me to unstable feeling. Di satu sisi, i dont want to be left or leaving with all the reason above, but in the other hand, it's no longer cozy to stay in the relationship.
I want to be strict. Galak. Tegas. Berprinsip. Strong personality. But I am not.
Kambing...kambing...kenapa ya gw harus bershio kambing (kambing kok disalah2in)...
Udah ah mikirnya, gw mo rileks dulu (alias kerja...kalo orang keren memang biasanya begitu, bekerja adalah waktunya rileks)