Setiap kali aku berkomunikasi dengan temen lama yang satu itu, pasti ada perasaan ngiri. Dulu waktu masih muda (ciee...), kupikir aku ngiri karena secara fisik dia menarik dan selalu diinginkan oleh laki-lakis (jamak). Makin lama aku kenal, aku ngiri karena kepintarannya, bukan pintar, tapi kecerdikannya. Gaya hidupnya yang santai tapi tetap full of achievement.
Sekarang, ketika kami sudah bersahabat, aku ngiri karena dia tahu persis apa yang diinginkannya dalam hidup. Dan mengukur diri dengan kemampuannya. Sehingga sepertinya apa yang terjadi dengan hidupnya terlihat sangat pas. Tidak kurang tidak lebih. Dia mengenali dirinya luar dalam sehingga keputusan apapun dalam hidupnya selalu berdasar kepada kesadaran akan dirinya. Dia penuh. Meski tidak berarti dia tidak punya masalah. Tapi secara mendasar, dia penuh. Lagipula, hidup tanpa masalah apa artinya.
But the most surprising, dia bilang, dari semua sahabatnya, dia pikir aku akan memiliki kehidupan yang paling mirip dengan nya...he he he...Anda tertipuu....
HHmmmm....
I wish, ta...i really wish I choose life like you choose your life, base on your full self, choosing life in the right way.
But at least, one of us has chose life that is GREAT. I really happy for you, dear. Don't worry too much on the 30th age crisis. You have Bule. I'll be around. Just don't make money too much so you still have time for others. (lagian ntar tambah ngiri gw he he)...dan gw berdoa, mudah2an dalam waktu yang tidak lama, suara bayi akan melengkapi hidup loe ya..Amiiin...
Monday, October 20, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

1 comment:
how's life treat you lately, honey? sorry i haven't heard from you for a while... hope you're okay there...
Post a Comment