Kemarin tak sengaja, kudengar Ustad Iskandar bercerita. Tak ingat persis, tapi mungkin kira-kira begini:
...
Aku selalu bertanya-tanya, apakah ibuku lelah
setelah ratusan mil yang harus dilaluinya untuk berdagang
Bahkan kala malam tiba, kudengar ibu selalu terbangun dengan mukenanya
meminta, Ya Allah, jadikanlan anak-anak hamba menjadi anak yang membanggakan
Lalu, kapankah engkau terlelap, Bu?
Kala Ibu pulang berjualan,
kami selalu berebut untuk memijitnya, abang memijit kaki, aku pijit kepala, sementara kedua lengan ibu diperebutkan kedua adik kecilku
Dan bukannya ibu yang terlelap, tapi kami tak kuasa menahan kenyamanan dan tertidur
mendengarkan suara ibu yang bercerita dan bernyanyi
Setiap pagi, ibuku selalu dengan sabar melayani teriakan-teriakan kami yang minta dilayani untuk persiapan sekolah
Ya, sejak ibu bercerai dengan ayah, ibu harus melayani semua kebutuhan kami
Dan aku terus saja bertanya, apakah ibu tidak pernah kesal?
Puluhan tahun berlalu
Jutaan mil jalan yang telah ibu lalui
Ribuan malam do'a2 ibu menghiasi kamar
Tidak lagi aku bertanya, apakah ibuku lelah?
Tidak lagi aku heran, kapan ibuku terlelap?
Tak pernah lagi aku berpikir, apa ibuku pernah kesal?
Tidak lagi
Karena aku tau
Ibuku
Tangguh
Happy Mother's Day
Monday, December 22, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment