Awalnya, dorongan itu muncul karena ingin berhemat. Then after short list made of expenses in excell, I start to look over it and pick which item I can reduce the cost. Well, sebenernya ini bukan kali pertama saya lakukan hal ini. You know, new marriage who have so many things wish to have. I can say It's been my monthly activitiy. Tapi ada satu hal yang saya tidak pernah berani untuk reduce adalah cost untuk anak saya, faizi. No. Never. What kind of working mother I am? Memangnya saya cari uang untuk siapa? Belum lagi tatapan suami, yes..he doesn't need words, just a single glance will do..
Tapi, on this early month, May 2007, right after faizi first birthday, 4th of May, I had the brave to peeping on reducing faizi cost. His formula milk has been the biggest money spend. Then, mulailah saya searching di internet. Sampai kemudian saya menemukan banyak referensi, terutama dari tulisan Lita Mariana di Bananatalk blog tentang susu formula. OK, I'm positive. Pulang kantor, saya beli susu UHT merk U**r*, sebenernya sih mau cari yang dus ekcil, 250 ml, tapi cuma ada yang 1000ml, ngga apa apa deh, faizi ngga mau pun, saya bisa minum, pikir saya. and TO My SUrPrise...Faizi drink it. He doesnt have a rejection to his bottle nipple out of his mouth. Ya Allah...alhamdulillah...Satu perjuangan lagi, menunggu suami pulang, saya mencoba rileks untuk bisa menjawab pertanyaan2nya. ENtah ada apa sore itu, suamiku ngga mentap aneh, hanya bertanya, kok susunya ganti, bu?. Iya, kubilang. RIngkes kan yah, ngga usah nakar, ngaduk, dll. Trus faizinya juga suka. UNtungya, si faizi nih kompak, sambil tetep ngga mau lepasin botol dengan susu barunya, dia smile ke ayahnya. That's it. No but, no arguing, no nothing. Well, he didnt say agreement sih, but he act like he agreed. Besoknya, sore saya sampai rumah, berjejer susu UHT yang 1000 gr 3 dus. Ayah sudah ada di rumah, and He said, "Yang kemarin habis, itu ayah belikan lagi..."
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment