Thursday, June 7, 2007

What faizi can do

Seorang kawan punya anak yang seumur faizi bertanya, "anak lo udah bisa ngapain aja, bu?". Hmmm...satu pertanyaan yang seringkali diajukan kepada ibu-ibu dengan anak umuran 1 tahun. This was not the first time i got the question, and surely not the last. People who asked the question, disadari atau tidak, expected to be answered by common answer that a one year old baby usually can do, walking. Jadi biasanya sy akan langsung menjawab, "belum bisa jalan, sih" gw yang selalu tendensius dengan pertanyaan seperti itu gitu loh, "masih titah", I'm adding. Kalo suamiku ada disamping, dia biasanya kasih senyuman sambil melirik as if he said, "ih si ibu, jadi orang streng ama sih". Faizi memang belum bisa jalan di umurnya yang sudah satu tahun ini. This is no issue to me, not even a bit. Meskipun sering sy ngobrol ma faizi, "de izzy, ibu doain biar bisa cepet jalan ya" atau, "eh, izzy pinter amat sih, mau cepet jalan ya, " saat dia sedang mencoba melepaskan pegangannya dari tembok atau kursi. But, deep down, i have no hard feeling about this. Faizi is just the most beautiful gift God has gave me in my life. Change the bad of me, inspire for better me, He's just the best thing in my life. And the fact that in his one year old he cannot walking already won't change my feeling about him. Bukan berarti saya juga tidak antisipasi. Having an almost 6 years little cousins incapable of walking has bring me to look for related informations. DSA nya faizi bilang, biasanya dan kebanyakan anak bisa berjalan sendiri di umur 14 bulan. Artikel lain bilang, toleransi kemampuan anak untuk bisa berjalan adalah 24 bulan, other friend have his baby walking in his 16 months age. And what is great that an article showed that it's been researched: the longest baby learn to crawl, the higher focus he will be in adult age, tentunya dengan batasan-batasan tertentu juga dari sebuah riset dan sebuah definisi yang terlalu panjang kalo saya kutip. Faizi memang sudah mulai merangkak dari umurnya 9 bulan.

Saat itu, saya sempat berasumsi dan berharap bahwa dia akan bisa berjalan di 11 bulan. Begitu juga dengan kemampuannya duduk seimbang, sudah dia lakukan di umur 6 bulan.
Kalau saya analisa, anak saya ini rupanya ingin mahir di satu bidang dulu baru bergerak ke tahapan selanjutnya. Waktu saya ngomong begini," faizi kayanya mau jadi "profesor merangkak" baru ambil "jurusan jalan",' hubby ketawa ngakak dan menit kemudian dia bilang, " sabar ya bu, kita ngga bisa samain faizi dengan anak-anak lainnya, faizi ya faizi, anak kita,"...my beloving husband...he's just being a very tolerant person to his son, (not to me ;>)...I actually not taking this problem into account. it's not fair. I will be also objected when people justified me from only one aspects. I am fully realize that too many other things faizi can do than he can't do.
Smiling. This is the best faizi can do for me. Senyuman pertamanya saat dia baru bangun, sambil tengkurap dengan wajahnya berhadapan denganku, bersender pada bantal. Ketawanya ketika dia kegelian, saat main ciluk baa, saat lihat selebriti bayi di tivi, saat ibunya berpura mengejar ngejar motor2annya, etc, etc...the greatest heal ever...

Makan. Makannya hebat, apa aja mau. Sayur sop, lengkap dengan buncis dan wortel serta ayam. Sayur bayam, nugget, tahu, corned beef, telur rebus, makaroni, abon, bubur ayam. dll. Semua yang saya masakin untuk dia pasti dimakannya. Bahkan saat dia sakit, dokter menyetujui permohonan saya, actually disertai pemaksaan dikit sih, untuk melepaskan infusannya karena saya kasih jaminan anak saya lebih tenang dan mau makan daripada diinfus jadinya rewel dan malah ngga mau makan sama sekali. Faizi sudah berhenti makan bubur bayi di umurnya 9 bulan. Saya awalnya kasih dia blenderan meal gitu, ngga lama dia bosan. Akhirnya dia makan apa yang saya makan di umur 10 bulan, tentunya yang baby able to eat (nasi yang agak lembek dari biasanya).
Motorik halus. Dia bisa masukkin benda benda kecil ke dalam wadah, dikeluarin, kasih ke saya, saya kasih lagi ke dia, lalu dia masukkin lagi ke wadahnya. Tangan-tangan kecilnya begitu lincah bermain-main. Saat dia lihat kucing atau ayam, kebetulan dua hewan itu yang suka berkeliaran di sorrounding rumah, dia menunjuk ke arah hewan itu, lalu dia akan jentikkan jarinya seolah memanggil.
Nyanyi. Faizi suka ikut humming kalo saya nyanyi, apalagi lagu "topi saya bundar" dengan memegang kepalanya saat saya mulai teks "topi..saya..bundar". Lalu dia bertepuk tangan menandakan lagunya sudah selesai, (padahal sih baru satu kalimat). Saat saya nyanyi selamat ulang tahun, dia pun akan bertepuk tangan, as if he knows the song. Dan most of the nights, faizi hanya bisa tidur kalau saya nyanyi " nina bobo" dengan arransemen saya sendiri.

Makan Minum sendiri. Pada tahap beginner tentunya. Dia akan ambil nasi di piringnya, dia tiup-tiup lalu dia masukkin ke mulutnya. Sudah juga bisa pegang gelas bayinya dan dia minum. Sekarang malahan sedang belajar pegang botolnya sendiri. (saya belum sempat untuk mulai memberikan susu pake gelas). Yang paling gress adalah, makan biskuit sambil nonton tivi. Ayahnya bilang, sampai habis tiga kepingan.
Mengenali benda. Dia sudah tau sisir untuk di kepala, pulpen untuk corat coret, telepon ditempelkan ke kuping, mobil2an di jalan-jalaninnya di lantai, puk bedak di puk-pukin di lehernya, keypads handphone, keypads remote tivi dan ac, dia bisa tekan dan nyalakan, tombol lampu, matikan dan nyalakan juga.
Say no. Ini yang suka bikin gemes. saat diminta cium ayah atau ibunya, dia ngga mau. Menggeram, terus memalingkan wajahnya. Berontak saat diambil di rumah tetangga yang punya anak kecil tiga dan meja karambol yang suka dia dudukin.
Dijauhkan dari benda-benda bahaya yang cenderung dia suka. Air, benda tajam, pecah belah, malahan pernah suatu kali, dia pegang lidi, dimasukkin ke bolongan tempat minyak nya kompor minyak tanah. ya ampuunn...gara-gara suka saya ajakin masak di dapur nih kayanya...
Dan masih banyak lagi....tunggu sambungannya..

No comments: