
Saat itu, saya sempat berasumsi dan berharap bahwa dia akan bisa berjalan di 11 bulan. Begitu juga dengan kemampuannya duduk seimbang, sudah dia lakukan di umur 6 bulan.
Kalau saya analisa, anak saya ini rupanya ingin mahir di satu bidang dulu baru bergerak ke tahapan selanjutnya. Waktu saya ngomong begini," faizi kayanya mau jadi "profesor merangkak" baru ambil "jurusan jalan",' hubby ketawa ngakak dan menit kemudian dia bilang, " sabar ya bu, kita ngga bisa samain faizi dengan anak-anak lainnya, faizi ya faizi, anak kita,"...my beloving husband...he's just being a very tolerant person to his son, (not to me ;>)...I actually not taking this problem into account. it's not fair. I will be also objected when people justified me from only one aspects. I am fully realize that too many other things faizi can do than he can't do.
Smiling. This is the best faizi can do for me. Senyuman pertamanya saat dia baru bangun, sambil tengkurap dengan wajahnya berhadapan denganku, bersender pada bantal. Ketawanya ketika dia kegelian, saat main ciluk baa, saat lihat selebriti bayi di tivi, saat ibunya berpura mengejar ngejar motor2annya, etc, etc...the greatest heal ever...

Makan. Makannya hebat, apa aja mau. Sayur sop, lengkap dengan buncis dan wortel serta ayam. Sayur bayam, nugget, tahu, corned beef, telur rebus, makaroni, abon, bubur ayam. dll. Semua yang saya masakin untuk dia pasti dimakannya. Bahkan saat dia sakit, dokter menyetujui permohonan saya, actually disertai pemaksaan dikit sih, untuk melepaskan infusannya karena saya kasih jaminan anak saya lebih tenang dan mau makan daripada diinfus jadinya rewel dan malah ngga mau makan sama sekali. Faizi sudah berhenti makan bubur bayi di umurnya 9 bulan. Saya awalnya kasih dia blenderan meal gitu, ngga lama dia bosan. Akhirnya dia makan apa yang saya makan di umur 10 bulan, tentunya yang baby able to eat (nasi yang agak lembek dari biasanya).
Motorik halus. Dia bisa masukkin benda benda kecil ke dalam wadah, dikeluarin, kasih ke saya, saya kasih lagi ke dia, lalu dia masukkin lagi ke wadahnya. Tangan-tangan kecilnya begitu lincah bermain-main. Saat dia lihat kucing atau ayam, kebetulan dua hewan itu yang suka berkeliaran di sorrounding rumah, dia menunjuk ke arah hewan itu, lalu dia akan jentikkan jarinya seolah memanggil.
Nyanyi. Faizi suka ikut humming kalo saya nyanyi, apalagi lagu "topi saya bundar" dengan memegang kepalanya saat saya mulai teks "topi..saya..bundar". Lalu dia bertepuk tangan menandakan lagunya sudah selesai, (padahal sih baru satu kalimat). Saat saya nyanyi selamat ulang tahun, dia pun akan bertepuk tangan, as if he knows the song. Dan most of the nights, faizi hanya bisa tidur kalau saya nyanyi " nina bobo" dengan arransemen saya sendiri.

Makan Minum sendiri. Pada tahap beginner tentunya. Dia akan ambil nasi di piringnya, dia tiup-tiup lalu dia masukkin ke mulutnya. Sudah juga bisa pegang gelas bayinya dan dia minum. Sekarang malahan sedang belajar pegang botolnya sendiri. (saya belum sempat untuk mulai memberikan susu pake gelas). Yang paling gress adalah, makan biskuit sambil nonton tivi. Ayahnya bilang, sampai habis tiga kepingan.
Mengenali benda. Dia sudah tau sisir untuk di kepala, pulpen untuk corat coret, telepon ditempelkan ke kuping, mobil2an di jalan-jalaninnya di lantai, puk bedak di puk-pukin di lehernya, keypads handphone, keypads remote tivi dan ac, dia bisa tekan dan nyalakan, tombol lampu, matikan dan nyalakan juga.
Say no. Ini yang suka bikin gemes. saat diminta cium ayah atau ibunya, dia ngga mau. Menggeram, terus memalingkan wajahnya. Berontak saat diambil di rumah tetangga yang punya anak kecil tiga dan meja karambol yang suka dia dudukin.

Dijauhkan dari benda-benda bahaya yang cenderung dia suka. Air, benda tajam, pecah belah, malahan pernah suatu kali, dia pegang lidi, dimasukkin ke bolongan tempat minyak nya kompor minyak tanah. ya ampuunn...gara-gara suka saya ajakin masak di dapur nih kayanya...
Dan masih banyak lagi....tunggu sambungannya..
Dan masih banyak lagi....tunggu sambungannya..

No comments:
Post a Comment